Kamis, 19 Januari 2012

makalah ( jenis-jenis titrasi )

MAKALAH KIMIA ANALITIK I
’’JENIS-JENIS TITRASI’’






Nama: Imanuel Lekatompessy
Nim : 2010-41-089

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2012



KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat TUHAN YANG MAHA KUASA, karena atas berkat dan anugrahnya, sehingga penulis dapat menyelasaikan makalah ini dengan baik.adapun makalah ini tentang jenis-jenis titrasi. Penyusunan makalah ini tak lepas dari bantuan dan dorongan dari berbagai pihak,untuk itu penulis mengucapkan terima kasih.
Seperti kata pepatah “ tiada gading yang tak retak”.penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jau dari kesempurnaan, untuk itu segala kritik dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun penulis terimah dengan senang hati.





Ambon,14 – January - 2012

                                                                                                                                    Penulis










DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG
2.      RUMUSAN MASALAH
3.      TUJUAN PENULISAN
4.      METODE PENULISAN
BAB II PEMBAHASAN
1.          TIRASI ASAM BASA
2.          TITRASI REDOKS
3.          TITRASI PEGENDAPAN
4.          TOTRASI KOMPLEKSSOMETRI
BAB III PENUTUP
1.      KESIMPULAN
2.      SARAN
DAFTAR PUSTAKA










BAB I
PENDAHULUAN


LATAR BELAKANG
            Bagi mahasiswa kimia atau ilmu yang berhubungan dengan kimia mempelajari titrasi merupakan suatu hal yang penting dan diharuskan. Sampai pada saat ini ttitrasi masih saja sering dipakai laboratorium  industri hal ini disebabkan karena teknik ini sangat sederhana dan tidak membutukan banyak regen. Titrasi merupakan metode dari analisis kimia secara kuantitatif yang biasanya digunakan dalam laboratorium untuk menetukan konsentrasi dari reaktan. Karena pengkuran volum memainkan peranan penting, maka teknik ini dikenal dengan analisis volumetrik.
            Banyak metode dapat digunakan untuk mengindikasikan titik akhir dari titrasi. Cara umumnya dengan menggunakan indicator. Indicator akan berubah warna dengan penambahan sedikit titrasi. Namun dalam beberapa kasus, baik reaktan maupun produk  telah memiliki warna yang kontras yang dapat digunakan sebagai “indicator” sebagai contah titrasi redoks dengan menggunakan potasium permanganate. Tidak semua zat bisa ditentukan dengan cara titrasi   akan tetapi harus memperhatikan syarat-syarat titrasi untuk mengatahui zat apa sajayang dapat ditentukan dengan metode titrasi untukjenis-jenis titrasi yang ada



RUMUSAN MASALAH
            Adapun masalah- masalah yang akan dibahas dalam makalah ini ialah;
1.      Titrasi asam-basa
2.      Titrasi redoks
3.      Titrasi pegendapan
4.      Titrasi kompleksometri







TUJUAN PEMBAHASAN
            Tujuan dari pembuatan makalah ini agar kita dapat  mengatahui dan menjelaskan tentang jenis-jenis titrasi(asam-basa, redoks,pengendapan, kompleksometri). Dan juga untuk membuka poila piker dan wawasan kita tentang jenis-jenis titrasi.


METODE PENULISAN MAKALAH
            Adapun metode yang dipakai untuk membuat makalah ini ialah metode kepustakaan dan keinternetan.


















BAB II
PEMBAHASAN

1.Titrasi asam basa
Titrasi asam –basa melibatkan titrasi neutralisasi dimana asam bereaksi dengan basa dalam jumlah yang ekivalen.tiran yang dipakai dalam asam basa selalu merupakan asam  dan basa kuat. Titik akhir titrasi mudah diketahui deengan membuat kurva titrasi yaitu plot antara pH larutan sebagai fungsi darivolume titran yang ditambahkan.
Cara mengetahui titik ekivaken
            Dalam titrasi asam basa ada 2 cara yang digunakan untuk menetukan titik ekivalen yaitu; dengan memakai PH meter dan memakai indicator asam basa. Pada umumnya dengan memakai indicator yang lebih sering digunakan hal ini disebabkan lebih mudah dalam pengamatan dan sangat praktis. Indicator yang dipakai dalam titrasi asam basa adalah indicator yang perubahan warnanya dipengaruhi oleh pH. Misalnya, indicator pp dengan trayek 8.3-10.0,metal jingga dengan trayek 3.1-4.4 dan lain-lain.
Jenis-jenis titrasi asam basa
1.titrasi asam kuat dengan basa kuat  
            Titrasi asam kuat bdengan basa kuat adalah titrasi HCi dengan NaOH . reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut;
                                    HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H2O
Reaksi ionnya ;            H+ + OH-
Kurva titrassi berikut ini berdasarkan 50mL HCl 0.1 dengan NaOH 50 mL sebanyak 0.1M. maka kurva titrasi dapat di tunjuk sebagai berikut ini.
Kurva Titrasi 0,1 M HCl dengan 0,1 M NaOH


2. titrasi asam lemah dengan basa kuat
            Titrasi asam lemah basa kuat adalah titrasi CH3COOH dengan NaOH. Yang persamaan reaksinya sebagai berikut;
                                    CH3COOH + NaOH NaCH3COO + H2O
Reaksi ionnya ;            H+  + OH- H2O

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Sri%20Ratisah%20054828/Img/materi_clip_image002.gif

3.asam  kuat dan garam dari basa lemah
Reaksinya; NH4OH + HCl→ NH4Cl + H2O



Kurva titrasi 0,1 M NH4OH dengan 0,1 M HCl


Aplikasai titrasi asam basa
1.      Penetapan campuran antara NaOH dan Na2CO3
Menentukan kadar NaOh dan Na2CO3 dalam cam puran tersebut dapat dilakukan dengan car asidimetri(misalnya ; HCl sebagai larutan standar).dalam proses titrasi ini akan terjadi 2 titik ekivalen yaitu;

Titik ekivalen 1: (indicator fenoltalien)
            NaOH + HCl → NaCl + H2O                                 (a mL)
            Na2CO3 + HCl → NaCl + NaHCO3

Titik ekivalen 2;(indicator  metil orange)
            NaHCO3 + HCl→NaCl + H2O + CO3
           
2.      Penentuan nitrogen secara kjedhal
Cara ini digunakan untuk menentukan kadar protein,dll
Reaksi-reaksi yang terjadi antara lain;

Destruksi(digestion): protein + oksidator → NH4  +  CO2  + H2O
Destilasi: NH3+ + OH- → H2O + NH3
                        NH3 +HCl(berlebih)→NH4Cl
Titrasi; HCl+NaOH→NaCl+H2O

3.      Dengan cara alkalimetri dapat digunakan untuk analisis aspirin .aspirin atau asam asetilsalisilat adalah jenis obat turunan dari salisilat yang sering digunakan sebagai senyawa analgesic(penahan rasa sakit atau nyeri minor).



 II TITRASI REDOKS
            Titrasi redoks  melibatkan reasksi oksidasi dan reduksi antara titrant dan analit.titrasi redoks banyak digunakan untuk penentuan kadar logam atau senyawa yang bersifatsebagai oksidator maupun reduktor.
            Karena melibatkan reaksi redoks  maka pengetahuan akan reaksi redoks memegang peranan penting,selain itu, pengetahuan mengenai sel volta, sifat oksidator daan reduktor juga sangat berperan penting dalam titrasi redoks.

Kurva titrasi redoks
            Kurva titrasi redoks menggambarkanlogaritma hubungan potensial elektroda versus kosentrasi analit atau titran.titrasi redoks; Fe2+ + Ce4+ Fe3+ +Ce3+; berlangsung secara cepat dan reversible,namun potensial elektroda setengah reaksi dari keduanya adalah selalu identik;
                        ECe4+  =  EFe3+ = Esistem
Potensial elektroda dari indicator sebanding dengan potensial elektoda system:
                        Ein = ECe4+ =EFe3+=Esistem
            Oleh karena itu diperhatikan konsentrasi titran atau titrat pada saat penambahan indicator. Potensial elektroda system dapat dihitung berdasarkan potensial standart. Perbandingan kosentrasi antara titran atau titrat selama titrasi didefenisikan sebagai Esistem  titik akhir titrasi Esistem memiliki karakter ristik yang khas.

Indicator titrasi redoks
            Indicator yang umumnya digunakan untuk digunakan dalam titrasi redoks adalah amilum, yang membentuk kompleks biru degan iodine. Penempakan warna dari indicator ini sangat spesifik untuk titrasi ini.
            Indicator spesifik lainnya ialah indicator tiosanat yang mana digunakan pada titrasi Fe(III) sebagai partisipan. Sebagi contoh hilangnya warn merah dariFe(III)atau kompleks tiosanat merupakan tanda titik akhir titrasi dengan standar titanium(III).
            Indicator redoks yang baik akan memberikan respon terhadap perubahan potensial elektroda suatu system .indikator ini secara suatu subtansial lebih banyak digunakan jika dibandingkn dengan indicator yang spesifik. Persamaan kimia dari setengah reaksi dari indicator redoks dapat ditulis sebagai berikut.
                                    lnox + n e- lnred
            perubahan indicator dari bentuk teroksidasi kebentuk tereduksi tergantung dari perbandingan kosentrasi sebesar;
 lnred / lnox 
perubahan warna indicator redoks haruslha kira-kira100 kali  perubahan pada perbandingan dari kosentrasi kedua bentuk.
            Untuk indicator yang menggunakan peralihan warna, titrasi seharusnya dapat menyebabkan perubahan potensial sebesar 0.118/n dari suatu system.

Jenis-jenis titrasi redoks
1.      Yodometri dengan natrium tiosulfat sebagai titran
Analat harus berbentuk suatu oksidator yang cukup kuat, karena dala metode ini analat  selalu direduksi dlu dengan KI sehingga terjadi I2 I2. Inilah yang dititrasi dengan natrium tiosulfat.
2.      Yodometri dengan I2 sebagai tiran
Iod merupakan oksidator yang tidak terlalu kuat, sehingga banyak zat-zat yang merupakan reduktor yang cukup kuat dapat dititrasi. Indicator ialah amilum, degan perubahan yang tidak berwaarna menjadi biru.
3.      Titrasi dengan okidator yang kuat
a.titrasi dengan kalium permanganate
kalium permanganate merupakan oksidator yang kuat dan dapat beraksi dengan cara yang berbeda, tergantung pH larutannya kekuatanya sebagai oksidator juga berbeda sesuai dengan reaksi yang terjadi pada pH tersebut. Hal ini disebabkan karena keragaman valensi asam

b. kalium bikromat
c. titrasi dengan reduktor sebagai titran



Aplikasi titrasi redoks
            Salah satu aplikassi titrasi redoks khusunya yodometri dengan I2  sebagai titran adlah untuk menentukan belangan iod lemak dan minyak. Karena kemampuan mengoksidasi yang tidak besar, tidak banyak zat yang dapat dititrasi berdasarkan yodometri laangsung. Penentuan kadar vitamin C dapat dilakukan dengan titrasi ini
Aplikasi lain dari titrasi ini ialah ;
1.      Penentuan kadar air dengan cara kalr fischer yang terdiri dari iod, belerang dioksida, piridin, dan methanol.
2.      Penetuan sulfit dalam minuman anggur
3.      Menetukan kadar alkahol dengan kalium bikromat
4.      Penentuan asam oksalat dengan menggunakan permngganate

 III. TITRASI PENGENDAPAN
            Tirasi pengendapan atau disebut  titrasi argentrometri  yang menggunakan perak (Ag). Pengukuran titrasi penggendapan atau argentrometri dengan bantuan kation perak. Reaksi pembentukan endapan ;
                Ag+  +  X-→ AgX↓
            X= Cl-,Br-, I-, SCN-
AgNO3 merupakan zat standar yang berwarna putih jika terkena sinar akan tereduksi menjadi Ag
Ada 3 (tiga) cara titrasi argentrometri yaitu;
1.      Cara mohr
2.      Cara volhard
3.      Cara fayans

1.      Titrasi dengan menggunakan cara mohr.
Titrasi ini dilakukan secara  langsung dalam latrutan netral dan sebagai indicator digunakan larutan kalium dikromat. Titik akhir titrasi ditandai dengan adanya endapan merah dari Ag2CrO4  cara ini digunakan untuk menentukan ion Cl- dan Br- dengan cara titrasi langsung. Ion klorida dalam larutan direaksikan dalam larutan AgNO3 sehingga mengendap AgCl
NaCl + AgNO3 AgCl(p)  + NaNO3
Oleh karena Ksp Ag2CrO4  <  Ksp AgCl maka endapan Ag2CrO4 akan terbentuk endapan setelah semua klorida telah terendapkan. Jadi terjadi pengendapan dengan 2(dua) tahap( Ksp AgCl = 1.2×10-10 dan Ksp Ag2CrO4 = 1.7 × 10 -12).
Meskipun tetapan hasil kali kelarutan(Ksp) AgCrO4 hampir sama dengan Kspperak halide , tetapi kelarutan kedua garam perak tersebut berbeda.titrasi mohr dilakukan dengan pH 7 sampai 9 ,dari netral sampai basa lemah.jika pH terlalu kecil akan menghambat pembentukan endapanAg2CrO4 dan jika terlalu besar maka aakan terbentuk endapan Ag2O.
2.      Titrasi dengan menggunakan cara volhard
Titrasi voldhar  merupakan teknik titrasi kembali digunakan jiks reaksi berjalan lambat atau tidak ada indicator yang tepat.metode volhard banyak digunakan untuk reaksi Ag+dan Cl-karena selain kelarutan endapanya kecil suasana asam akan mencegah hidrolisis Fe3+
Metode volhard digunakan  pada titrasi langsung Ag+ dengan larutan CNS-atau titrasi tidak langsungpada penentuan kadar Cl-, Br-dan I-. titik akhir titrasi ditunjukan oleh senyawa komples berwarna merah.

3.      Titrasi dengan menggunakan cara fayans
Titrasi fajans menggunakan indicator adsorpsi, yaitu senyawa organic yang teradsopsi kepermukaan padatan endapan.selama proses titrasi berlangsung. Metode ini digunakan untuk menentukan Cl-, Br-, dan I-
Sebagai contoh flouressens sebagai anion flouresenat (hijau kuning ) dan bereaksi dengan Ag membentuk endapat merah intensif yang teradsorpsike permukaan endapan koloidal karena ada pasangan muatan ion.

Aplikasi titrasi pengendapan
Salah satu aplikasi dari titrasi pengendapan ialah membuat laruta atandar kalium tiosanat  0.1 M dapat dilakukan dengan penimbangan10.5 gramkalium tiosanat dilarutkan dengan air kemudian mengencerkan sampai denga volume 1mL . indicator adsorpsi di-iododimetilflouresen,dan flouresen  dpat digunakan dalam penentuan halide.







 IV. TITRASI PEMBENTUKAN KOMPLEKS
            Ion logam dapat menerima pasangan electron dari donor electron membentuk senyawa atau ion kompleks. Reaksi pembentukan kompleks  antara ion logam dengan ligan merupakan reaksi asam basa lewis. Ligan ada yang monodentatdan polidentat.indikator logam membentuk suatu kompleks dengan logam yang mempunyai warna yang berbeda dengan warna indicator itu sendiri, yang dapat terjadi bila bla stabilitas kompleks logam-indikator lebih kecil dari pada kompleks logam –kompleks sonat.
Indikator untuk titrasi kompleksometri.
Indicator untuk titrasi dengan EDTA
            Secara umum, indicator tersebut merupakan bahan organic yang berbentuk kelat berwarna dengan ion logam dengan system pM yang merupakan karakteristik kation dan bahan organic tersebut. Kompleks tersebut sering mempunyai intensitas warna yang sangat tinggi sampai masih dapat ditangkap mata pada konsentrasi 10-7sampai 10-6
            Erio T atau EBT  adalah contoh indicator metalokromik yang bias digunakan pada titrasi beberapa katio umum. Senyawa ini mengandung gugus asam sulfonat yang terdisiosasi sempurna dalam air dan 2 gugus fenol yang terterdisiosasi sebahagian. Sifat tersebut sama dengan asam lemah yang dilukiskan pada peersamaan berikut;
            H2O + H2In- HIn2- + H3O+            
                        Merah      biru

            H2O + HIn2- In3- + H3O+
                        Biru       orange

            Suatu kelemahan EBT ialah bawah larutannya Tidak stabil. Dan bila disimpanakan terjadi peruraian secara lambat, sesingga dalam kurun waktu tertentu indicator tidak dapat berfungsi lagi.sebagai gantinya dapat dipakai indicator yang disebut calmagite . indicator ini lebih stabiil dan dalam kebanyakan sifatnya sama dengan EBT.



JENIS-JENIS TITRASI DENGAN EDTA
1.      Cara titrasi langsung
Kira-kira 40 jenis kation dapat  ditentukan secara titrasi langsung dengan larutan standar EDTA dan menggunakan indicator metalokromik. Terkadang kation daspat ditentukan secara langsung.meskipun indikatornya tidak cocok sebagai contoh; indicator-indikator ion kalsiumi  hamper tidak memuaskan dibandingkan indicator mangnesium, meskipun ditambahkan sedikit MgCl2dalam larutan EDTA. Titrasi dilakukan secara langsung.

2.      Cara titrasi kembali
Prosedur titrasi kembali digunakan untuk kation yang membentuk kompleks EDTA  yang stabil dan bila tidak ada terdapat indicator yang cocok. Metode ini sering berguna untuk kation yang bereaksi lambat dan juga berguna untuk menitrasi katio n yang bterdapat bersama-sama dengan anion yang dapat mengendap sebagai endapan yang tidak terlalu sukar larut. Contohnya Pb dalam PbSO4 dan Ca dalam Ca-oksalat.

3.      Cara penggeseran (Displacement methods)











BAB III
PENUTUP
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa analisis volometri terbagi  atas 4 yaitu; titrasi asam basa,titrasi redoks, titrasi pengendapan, dan titrasi kompleksometri.titasi asam basa terbagi atas titrasi asam kuat-basakuat, titrasi asam lemah- basa kuat,dan titrasi dengan garam-garam yang berasl dari asm dan basa.
Tidak semua titrasi membutuhkan indicator karena baik reaktan maupun produk telah memiliki warna yang khas dan dapat digunakan  sebagai indicator misalnya pada titrasi redoks. Ada 3 cara unuk mengathui titrasi pengendapanyaitu denga cara mohr,volhard,fajans.daan titrasi yang melibatkan senyawa-senyawa kompleks.

















DAFTAR PUSTAKA

1.      Sihaya, A,N. Msi 2008. Kimia analisis I ,FKIP program studi pendidikan kimia ;unpatti ambon
2.      Dulanlebit, Y. H Spd 2008. Kesetimbangan kimia dan larutan asam basa FKIP  jurusan pendidikan MIPA ; unpatti ambon
3.       







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar